Jakarta
(BisnisBali) –Nilai tukar rupiah terhadap dolar
AS di pasar spot antar bank Jakarta, Senin pagi, tidak berubah
seperti akhir pekan lalu yang mencapai Rp 9.046/9.050 per
dolar, karena aktivitas pasar masih belum ramai.Analis Valas
PT Bank Niaga Tbk, Noel Chandra, di Jakarta, Senin (19/2)
kemarin mengatakan, kegiatan perdagangan valas di pasar domestik
agak lesu, karena pelaku pasar masih menyambut liburan Tahun
Baru Cina (Imlek). Liburan Tahun Baru Cina mengakibatkan para
pedagang besar masih belum memasuki pasar, hanya sebagian
kecil saja pelaku pasar yang sudah masuk pasar, katanya. Menurut
dia, rupiah berpeluang untuk menguat, melihat di pasar regional
yen menguat terhadap dolar AS, setelah indikator ekonomi AS
menunjukkan pelemahan. Data perumahan AS menurun, sehingga
memicu pelaku asing melepas dolar AS dan membeli yen yang
naik menjadi 119,35 dari sebelumnya 119,45, katanya.
Rupiah juga akan mendapat dukungan lain, lanjut Noel Chandra,
dari rencana bank sentral Jepang (Boj) yang akan menaikkan
tingkat suku bunganya menjadi 0,5 persen dari sebelumnya 0,25
persen.
Kenaikan suku bunga Jepang itu juga akan memicu yen kembali
menguat yang memicu rupiah juga terdorong untuk naik lebih
jauh, katanya.
Selain itu, juga Bank Sentral AS (The Fed) menurut rencana
akan menurunkan suku bunganya, setelah defisit transaksi berjalan
AS membengkak.
Semua isu tersebut cenderung mendukung pergerakan rupiah menguat
lagi, namun kecenderungan kenaikan rupiah itu masih tergantung
oleh kebijakan bank sentral apakah akan terus melakukan intervensi
pasar, tuturnya.
"Kami optimis rupiah akan bisa mendekati level Rp 9.000
per dolar AS, asalkan Bank Indonesia (BI) mengendorkan intervensi
pasar," katanya. *ant
|