Denpasar
(BisnisBali) –Wali Kota Denpasar, AA Puspayoga
didampingi Wakil Wali Kota, IB Rai Dharmawijaya Mantra dan
pimpinan unit melepas seratus tukik di Pantai Laguna Kelurahan
Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, Senin (19/2) kemarin.
Tukik yang dilepas merupakan jenis penyu hijau yang berumur
dua setengah bulan dan merupakan bantuan dari Pusat Pendidikan
dan Konservasi Penyu atau Turtle Concervation and Education
Center (TCEC). Menurut Koordinator Lapangan TCEC, Wayan Sukara,
tukik yang disebar telurnya berasal dari penetasan di Pantai
Suka Made, Jawa Timur. “Bantuan pada TCEC sudah dapat
izin dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Propinsi Bali.
Bantuan ini kadang berbentuk telur atau sudah menetas dalam
bentuk tukik,” katanya. Lebih lanjut Sukara mengatakan,
dipilihnya Pantai Laguna sebagai tempat pelepasan tukik dimaksudkan
agar penyebaran penyu hijau menjadi lebih merata. “Biasanya
di mana tukik itu dilepas, biasanya setelah dewasa cenderung
kembali ke pantai tempat dilepasnya pertama kali untuk bertelur,”
ujarnya.
Ia menambahkan, umur dari tukik sampai berkembang biak biasanya
membutuhkan waktu 20 – 25 tahun. Ia juga mengatakan
penyu hijau di Bali terancam punah karena banyak penangkapan
liar. Di samping itu, penyu hijau dalam perkembangannya sangat
sensitif dan sangat sulit berkembang biak. “Sangat tepat
bila saat ini dan seterusnya penyu hijau mendapat perhatian
di Bali,” ujarnya.
Saat ini di Bali lebih banyak penyu jenis lekang seperti banyak
ditemukan di Pantai Kuta, Nusa Dua dan Sanur.
Lebih lanjut ia menambahkan, misi dari TCEC yang berada di
Serangan ini adalah sebagai media pendidikan, salah satu alternatif
pendapatan dalam bidang objek wisata dan sosial budaya. Untuk
sosial budaya, dibutuhkan pengadaan penyu untuk upacara. Seperti
tahun 2006 untuk upacara adat dibutuhkan 40 ekor penyu. Untuk
mengatasi penangkapan penyu secara ilegal, pihak TCEC menyiapkan
penyu untuk upacara sehingga penyu yang telah bebas tidak
ditangkap lagi.
Sementara itu, Camat Denpasar Selatan, IB Alit Wiradana mengatakan,
pihaknya akan menyebar 25 ekor tukik, Jumat (23/2) mendatang
di Pantai Melasti, Kelurahan Serangan. “Di samping melepas
tukik, kami akan melakukan penanaman seribu pohon mangrove
di kawasan Pantai Serangan,” ujarnya.
Penyebaran tukik dan penanaman pohon ini, melibatkan lurah,
kepala lingkungan se- Kecamatan Denpasar Selatan, muspika
dan Kapolsek serta masyarakat Serangan. Penyebaran dan penanaman
seribu pohon mangrove ini berkaitan dengan HUT ke-15 Kota
Denpasar. *yas