Badung
(BisnisBali) –Adanya sampah kiriman dan bangkai
ikan di Pantai Kuta, dampaknya cukup dirasakan berbagai usaha
yang ada di kawasan Pasar Seni Kuta. Mulai dari pedagang pernak-pernik
furniture sampai pedagang kain masih mengeluhkan enggannya
wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Pantai Kuta. Hal
ini tentu saja menyebabkan merosotnya pendapatan pedagang
yang berjualan di kawasan Pantai Kuta itu. Wayan Sudarta,
salah seorang pedagang yang mangkal di Pasar Seni Kuta, baru-baru
ini mengatakan, peristiwa ledakan bom di Kuta, masih menyisakan
ketakutan bagi wisatawan untuk berkunjung ke kawasan Kuta.
Bahkan, dalam beberapa pekan terakhir ini, Pantai Kuta dihadapkan
dengan persoalan sampah kiriman dan bangkai ikan. Kondisi
ini tentu saja menyebabkan wisatawan merasa kurang nyaman
menikmati objek wisata di kawasan Kuta termasuk di Pasar Seni
Kuta.
Ia mengungkapkan, pada perayaan awal tahun 2007 lalu, Pasar
Seni Kuta memang terlihat cukup ramai dikunjungi wisatawan.
Liburan akhir tahun tersebut lebih banyak diramaikan oleh
wisatawan domestik (wisdom). Sementara itu,wisman tidak terlihat
begitu banyak mengunjungi Pasar Seni Kuta. Wisatawan yang
kerap kali mengunjungi Pasar Seni Kuta biasanya wisatawan
Eropa dan Australia. Kini, kunjungan wisatawan ke Pasar Seni
Kuta ini lebih banyak dari wisatawan dari kawasan Asia seperti
Jepang, Korea dan Cina.
Ia menjelaskan, pemerintah dan pelaku pariwisata di Bali perlu
menjamin keamanan dan kenyamanan pariwisata Bali, khususnya
kawasan Kuta. Pengamanan di kawasan Kuta perlu ditingkatkan
termasuk di areal Pasar Seni Kuta.
Ia memprediksi kunjungan wisman ke Pasar Seni Kuta belakangan
ini turun mencapai lebih dari 50 persen jika dibandingkan
sebelum merebaknya sampah kiriman dan kiriman bangkai ikan
di Pantai Kuta.
Ia sangat berharap, pada kunjungan wisdom terutama pada liburan
akhir pekan. Keberadaan wisman dan wisdom ini sangat menopang
kehidupan para pedagang di Pasar Seni Kuta. Pemerintah diharapkan
mampu kembali menggangkat sektor pariwisata Bali. Ini paling
tidak bisa mengairahkan pemasaran produk kerajinan dan suvenir
di Pasar Seni Kuta.
Suwardi, pedagang di Pasar Seni Kuta lainnya mengaku waswas
dengan belum pulihnya kunjungan wisman ke Bali. Selain karena
peristiwa bom Bali, adanya bencana alam seperti kedatangan
sampah kiriman, bangkai ikan dan abrasi pantai membuat tidak
sedikit wisatawan berpikir dua kali mengunjungi kawasan pantai
Kuta.
Ia mengungkapkan, selama ini wisatawan yang membeli produk
kerajinan dan kain lebih banyak dari wisdom. “Mudah-mudahan
kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali bisa pulih menjelang
April 2007 mendatang,” ujarnya berharap.
Disinggung soal pendapatan, sejumlah pedagang di Pasar Seni
Kuta masih mengeluhkan turunnya pendapatan yang mencapai 20-50
persen jika dibandingkan sebelum adanya persoalan sampah kiriman
dan bangkai ikan. Sebelumnya, mereka mampu mendapatkan penghasilan
Rp 200.000 - Rp 400.000/hari kini hanya mendapatkan Rp 50.000
- Rp 200.000/hari. Ini membuktikan, permasalahan alam di Kuta
seperti sampah kiriman dan bangkai ikan berdampak pada penurunan
penjualan produk kerajinan di Kuta. *kup
|