20 Februari 2007  
Home
Berita Terkini

 

Anjlok, Kunjungan Wisman ke Pasar Seni Kuta
Badung (BisnisBali) –Adanya sampah kiriman dan bangkai ikan di Pantai Kuta, dampaknya cukup dirasakan berbagai usaha yang ada di kawasan Pasar Seni Kuta. Mulai dari pedagang pernak-pernik furniture sampai pedagang kain masih mengeluhkan enggannya wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Pantai Kuta. Hal ini tentu saja menyebabkan merosotnya pendapatan pedagang yang berjualan di kawasan Pantai Kuta itu. Wayan Sudarta, salah seorang pedagang yang mangkal di Pasar Seni Kuta, baru-baru ini mengatakan, peristiwa ledakan bom di Kuta, masih menyisakan ketakutan bagi wisatawan untuk berkunjung ke kawasan Kuta. Bahkan, dalam beberapa pekan terakhir ini, Pantai Kuta dihadapkan dengan persoalan sampah kiriman dan bangkai ikan. Kondisi ini tentu saja menyebabkan wisatawan merasa kurang nyaman menikmati objek wisata di kawasan Kuta termasuk di Pasar Seni Kuta.
Ia mengungkapkan, pada perayaan awal tahun 2007 lalu, Pasar Seni Kuta memang terlihat cukup ramai dikunjungi wisatawan. Liburan akhir tahun tersebut lebih banyak diramaikan oleh wisatawan domestik (wisdom). Sementara itu,wisman tidak terlihat begitu banyak mengunjungi Pasar Seni Kuta. Wisatawan yang kerap kali mengunjungi Pasar Seni Kuta biasanya wisatawan Eropa dan Australia. Kini, kunjungan wisatawan ke Pasar Seni Kuta ini lebih banyak dari wisatawan dari kawasan Asia seperti Jepang, Korea dan Cina.
Ia menjelaskan, pemerintah dan pelaku pariwisata di Bali perlu menjamin keamanan dan kenyamanan pariwisata Bali, khususnya kawasan Kuta. Pengamanan di kawasan Kuta perlu ditingkatkan termasuk di areal Pasar Seni Kuta.
Ia memprediksi kunjungan wisman ke Pasar Seni Kuta belakangan ini turun mencapai lebih dari 50 persen jika dibandingkan sebelum merebaknya sampah kiriman dan kiriman bangkai ikan di Pantai Kuta.
Ia sangat berharap, pada kunjungan wisdom terutama pada liburan akhir pekan. Keberadaan wisman dan wisdom ini sangat menopang kehidupan para pedagang di Pasar Seni Kuta. Pemerintah diharapkan mampu kembali menggangkat sektor pariwisata Bali. Ini paling tidak bisa mengairahkan pemasaran produk kerajinan dan suvenir di Pasar Seni Kuta.
Suwardi, pedagang di Pasar Seni Kuta lainnya mengaku waswas dengan belum pulihnya kunjungan wisman ke Bali. Selain karena peristiwa bom Bali, adanya bencana alam seperti kedatangan sampah kiriman, bangkai ikan dan abrasi pantai membuat tidak sedikit wisatawan berpikir dua kali mengunjungi kawasan pantai Kuta.
Ia mengungkapkan, selama ini wisatawan yang membeli produk kerajinan dan kain lebih banyak dari wisdom. “Mudah-mudahan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali bisa pulih menjelang April 2007 mendatang,” ujarnya berharap.
Disinggung soal pendapatan, sejumlah pedagang di Pasar Seni Kuta masih mengeluhkan turunnya pendapatan yang mencapai 20-50 persen jika dibandingkan sebelum adanya persoalan sampah kiriman dan bangkai ikan. Sebelumnya, mereka mampu mendapatkan penghasilan Rp 200.000 - Rp 400.000/hari kini hanya mendapatkan Rp 50.000 - Rp 200.000/hari. Ini membuktikan, permasalahan alam di Kuta seperti sampah kiriman dan bangkai ikan berdampak pada penurunan penjualan produk kerajinan di Kuta. *kup
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost