20 Februari 2007  
Home
Berita Terkini

 

::Gaya Hidup
Jaringan Pasar Mutlak Diupayakan Pebisnis Salon
Badung (BisnisBali) –Jaringan pasar yang kuat perlu diupayakan pebisnis salon untuk bisa bersaing dengan para kompetitor lainnya. Tanpa itu, pelaku bisnis ini takkan berhasil memperoleh untung maksimal, kendati didukung profesionalisme pelayanan dan fasilitas memadai.
Demikian antara lain diungkapkan Anggreni, salah seorang pengusaha salon di Kuta, Minggu (18/2) lalu. Dikatakan, membangun jaringan pasar yang kuat memerlukan proses dan kesiapan pengelola salon untuk promosi. Promosi dapat melalui media massa, seperti koran, televisi, maupun langsung dari mulut ke mulut. Agar promosi tepat dan terpercaya, maka pengusaha salon dapat memastikan promosi mereka dikuti pelayanan yang bermutu. Tak sedikit, salon yang menyediakan pelayanan bermutu belum banyak dikenal konsumen karena rendahnya promosi. Oleh karena itu, promosi mesti dilakukan secara berkelanjutan. ‘’Saya merasa untuk memperluas jaringan pasar, greget promosi harus ditingkatkan, sehingga kompetitifnya persaingan saat ini tak sampai membuat usaha sendiri kalah saing,’’ tambahnya.
Menurutnya, konsumen salon kini berlimpah. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pebisnis salon, untuk mampu memberikan informasi yang akurat tentang produk atau jasa salon yang ditawarkan. Tujuannya, pelayanan yang diterima konsumen betul-betul memuaskan.
Sebelumnya, Partini juga pengelola salon lainnya mengungkapkan, langganan salon mesti dipertahankan dengan memberikan kemudahan-kemudahan. Misalnya diskon harga, maupun perawatan gratis pada hari-hari tertentu. Sementara untuk konsumen baru, hal itu juga perlu dijelaskan, sehingga mereka tetap memilih salon terkait. ‘’Guna mempertahankan kepercayaan langganan mereka perlu dimanjakan sedikit, agar tak berpaling ke tempat lain,’’ imbuhnya.
Dia menilai, kini dan mendatang bisnis salon memiliki prospek berkembang yang cukup cerah. Selain dipengaruhi pola dan gaya hidup masyarakat yang makin maju juga kesadaran dalam perawatan diri salah satunya mengkondisikan usaha ini makin menjamur. Guna menghadapi persaingan, tak perlu meniru trik salon lain. Kemudahan yang umumnya diberikan pada konsumen tetap harus mempertimbangkan kemampuan usaha sendiri, sehingga tak sampai kehilangan untung, akibat memberikan diskon yang terlalu besar, maupun pelayanan gratis terlalu sering. Di tempat terpisah, Linggawati, juga pebisnis salon lainnya mengungkapkan hal serupa. Tambahnya, kesiapan untuk membuka bisnis salon mesti dimulai dari mengupayakan jaringan pasar yang jelas, sehingga produk bermutu dan fasilitas memadai yang ditawarkan betul-betul bermanfaat bagi konsumen, bukan justru tidak dikenal atau terkesan angker sehingga konsumen masuk salon tersebut. ‘’Saya yakin, dengan dukungan promosi yang gencar bisnis salon akan tetap ramai konsumen, sehingga keuntungan juga dapat diraup maksimal,’’ katanya. * gun

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost