Badung
(BisnisBali) –Jaringan pasar yang kuat perlu
diupayakan pebisnis salon untuk bisa bersaing dengan para
kompetitor lainnya. Tanpa itu, pelaku bisnis ini takkan berhasil
memperoleh untung maksimal, kendati didukung profesionalisme
pelayanan dan fasilitas memadai.
Demikian antara lain diungkapkan Anggreni, salah seorang pengusaha
salon di Kuta, Minggu (18/2) lalu. Dikatakan, membangun jaringan
pasar yang kuat memerlukan proses dan kesiapan pengelola salon
untuk promosi. Promosi dapat melalui media massa, seperti
koran, televisi, maupun langsung dari mulut ke mulut. Agar
promosi tepat dan terpercaya, maka pengusaha salon dapat memastikan
promosi mereka dikuti pelayanan yang bermutu. Tak sedikit,
salon yang menyediakan pelayanan bermutu belum banyak dikenal
konsumen karena rendahnya promosi. Oleh karena itu, promosi
mesti dilakukan secara berkelanjutan. ‘’Saya merasa
untuk memperluas jaringan pasar, greget promosi harus ditingkatkan,
sehingga kompetitifnya persaingan saat ini tak sampai membuat
usaha sendiri kalah saing,’’ tambahnya.
Menurutnya, konsumen salon kini berlimpah. Ini menjadi tantangan
tersendiri bagi pebisnis salon, untuk mampu memberikan informasi
yang akurat tentang produk atau jasa salon yang ditawarkan.
Tujuannya, pelayanan yang diterima konsumen betul-betul memuaskan.
Sebelumnya, Partini juga pengelola salon lainnya mengungkapkan,
langganan salon mesti dipertahankan dengan memberikan kemudahan-kemudahan.
Misalnya diskon harga, maupun perawatan gratis pada hari-hari
tertentu. Sementara untuk konsumen baru, hal itu juga perlu
dijelaskan, sehingga mereka tetap memilih salon terkait. ‘’Guna
mempertahankan kepercayaan langganan mereka perlu dimanjakan
sedikit, agar tak berpaling ke tempat lain,’’
imbuhnya.
Dia menilai, kini dan mendatang bisnis salon memiliki prospek
berkembang yang cukup cerah. Selain dipengaruhi pola dan gaya
hidup masyarakat yang makin maju juga kesadaran dalam perawatan
diri salah satunya mengkondisikan usaha ini makin menjamur.
Guna menghadapi persaingan, tak perlu meniru trik salon lain.
Kemudahan yang umumnya diberikan pada konsumen tetap harus
mempertimbangkan kemampuan usaha sendiri, sehingga tak sampai
kehilangan untung, akibat memberikan diskon yang terlalu besar,
maupun pelayanan gratis terlalu sering. Di tempat terpisah,
Linggawati, juga pebisnis salon lainnya mengungkapkan hal
serupa. Tambahnya, kesiapan untuk membuka bisnis salon mesti
dimulai dari mengupayakan jaringan pasar yang jelas, sehingga
produk bermutu dan fasilitas memadai yang ditawarkan betul-betul
bermanfaat bagi konsumen, bukan justru tidak dikenal atau
terkesan angker sehingga konsumen masuk salon tersebut. ‘’Saya
yakin, dengan dukungan promosi yang gencar bisnis salon akan
tetap ramai konsumen, sehingga keuntungan juga dapat diraup
maksimal,’’ katanya. * gun