Denpasar (BisnisBali) –Bulog Devisi
Regional Bali telah menyalurkan beras murah 248 ton terhitung
sejak Sabtu (10/2) hingga Minggu (18/2) lalu. Kendati demikian,
harga beras di pasaran belum turun secara signifikan. Harga
beras hanya turun Rp 200 per kilogram yaitu dari Rp 5.300-Rp
5.400 per kilogram menjadi Rp 5.100-Rp 5.200 per kilogram
untuk kualitas medium dan Rp 5.300 per kilogram bagi kualitas
super. “Beras murah yang disalurkan Bulog baru mampu
menurunkan harga beras di pasaran Rp 200 per kilogram. Masih
jauh dari harapan pemerintah sampai menyentuh Rp 4.000 per
kilogram,” ujar pengelola UD Kusuma, AA Putu Kusumawathi,
di Pasar Badung, Senin (19/2) kemarin. Guna mempercepat proses
terjadinya stabilisasi harga, Kusumawathi minta pada Bulog
agar penyaluran beras murah diperluas. Bukan hanya terfokus
di Pasar Badung dan Kreneng, juga pasar-pasar tradisional
di luar Denpasar. Pasalnya kalau hanya fokus di dua pasar
tersebut, selain lamban juga sangat rentan penyimpangan. Di
samping memperluas penyaluran, dia juga minta agar pada pedagang
diberikan kuota lebih banyak dibanding sekarang hanya 1 ton
per pedagang. “Saya siap menjual lebih banyak lagi kalau
Bulog mengizinkan. Ini demi percepatan proses stabilisasi
harga,” katanya.
Salah seorang staf Bidang Komersil Bulog Divre Bali, Oka Sarwatemaja
didampingi Kasi Pengadaan dan Penyaluran Subbidang Perdagangan
Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi
Bali, Gede Muderaji, saat ditemui di sela-sela kegiatan penyaluran
beras murah di Pasar Badung, Senin (19/2) kemarin menegaskan,
untuk menuju stabilisasi harga mendekati Rp 4.000 per kilogram,
penyaluran beras murah tidak hanya dilakukan di Denpasar juga
kabupaten lain di Bali. Namun untuk hal tersebut, kabupaten
yang akan disasar harus mengajukan permohonan kepada Bulog.
Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi tumpang-tindih antara
propinsi dan daerah.
Oka mengatakan, sampai saat ini telah ada 2 kabupaten yang
mengajukan permohonan untuk penyaluran beras murah. Kedua
kabupaten tersebut adalah Jembrana dan Bangli. “Kami
akan menyasar kabupaten lain kalau kabupaten tersebut menghendaki,”
tandasnya. *cip
|