20 Februari 2007  
Home
Berita Terkini

 

Denpasar (BisnisBali) –Bulog Devisi Regional Bali telah menyalurkan beras murah 248 ton terhitung sejak Sabtu (10/2) hingga Minggu (18/2) lalu. Kendati demikian, harga beras di pasaran belum turun secara signifikan. Harga beras hanya turun Rp 200 per kilogram yaitu dari Rp 5.300-Rp 5.400 per kilogram menjadi Rp 5.100-Rp 5.200 per kilogram untuk kualitas medium dan Rp 5.300 per kilogram bagi kualitas super. “Beras murah yang disalurkan Bulog baru mampu menurunkan harga beras di pasaran Rp 200 per kilogram. Masih jauh dari harapan pemerintah sampai menyentuh Rp 4.000 per kilogram,” ujar pengelola UD Kusuma, AA Putu Kusumawathi, di Pasar Badung, Senin (19/2) kemarin. Guna mempercepat proses terjadinya stabilisasi harga, Kusumawathi minta pada Bulog agar penyaluran beras murah diperluas. Bukan hanya terfokus di Pasar Badung dan Kreneng, juga pasar-pasar tradisional di luar Denpasar. Pasalnya kalau hanya fokus di dua pasar tersebut, selain lamban juga sangat rentan penyimpangan. Di samping memperluas penyaluran, dia juga minta agar pada pedagang diberikan kuota lebih banyak dibanding sekarang hanya 1 ton per pedagang. “Saya siap menjual lebih banyak lagi kalau Bulog mengizinkan. Ini demi percepatan proses stabilisasi harga,” katanya.
Salah seorang staf Bidang Komersil Bulog Divre Bali, Oka Sarwatemaja didampingi Kasi Pengadaan dan Penyaluran Subbidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Bali, Gede Muderaji, saat ditemui di sela-sela kegiatan penyaluran beras murah di Pasar Badung, Senin (19/2) kemarin menegaskan, untuk menuju stabilisasi harga mendekati Rp 4.000 per kilogram, penyaluran beras murah tidak hanya dilakukan di Denpasar juga kabupaten lain di Bali. Namun untuk hal tersebut, kabupaten yang akan disasar harus mengajukan permohonan kepada Bulog. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi tumpang-tindih antara propinsi dan daerah.
Oka mengatakan, sampai saat ini telah ada 2 kabupaten yang mengajukan permohonan untuk penyaluran beras murah. Kedua kabupaten tersebut adalah Jembrana dan Bangli. “Kami akan menyasar kabupaten lain kalau kabupaten tersebut menghendaki,” tandasnya. *cip
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost