|
Denpasar (BisnisBali) –Menawarkan
menu makanan layaknya makanan rumahan, menjadi salah satu
upaya rumah makan (RM) agar menu yang ditawarkan dapat mudah
diterima hallayak luas. Seperti dikatakan Eka Santi, pengelola
RM di kawasan Renon, Senin (19/2) kemarin.
Menu rumahan yang ditawarkan di lingkungan restoran ataupun
RM memiliki banyak keuntungan. Salah satunya, RM bisa makin
eksis karena ramainya jumlah pengunjung yang melakukan transaksi
pembelian. ‘’Menawarkan menu ala rumahan yang
familiar di masyarakat tentu mereka merasa berada di rumah/di
kampung halaman. Terutama masyarakat perantauan yang rindu
makanan khas mereka,” katanya. Menurutnya, masalah makanan
masyarakat sebenarnya tidak hanya membeli makanan saja. Terkadang
masyarakat juga membeli suasana yang santai layaknya di rumah
sendiri. Oleh karena itu, adanya sajian menu makanan ala rumahan
diharapkan bisa menarik konsumen untuk melakukan transaksi.
Menu ala rumahan yang bisa ditawarkan antara lain sayur bening,
tempe bacem, sayur lodeh, ikan bakar, ayam goreng, ikan asin
hingga berbagai jenis sambal. Penyajiannya pun bisa secara
prasmanan dengan aneka menu makanan rumahan. RM dengan masakan
ala rumahan ini, lanjutnya, membidik pasar berbagai kalangan.
Dalam arti dengan uang Rp 10 ribuan pengunjung sudah bisa
menyantap makanan sesuai yang dinginkan. Terkait cita rasa
yang ditawarkan, ia menjamin sesuai selera masyarakat. Masyarakat
akan merasa makan di rumah.
“Selera makanan tiap orang tentu berbeda. Jadi tergantung
bagaimana kita mengolah menu makanan itu menjadi enak disantap,”
tegasnya.
Berbicara persaingan tambah Eka, kembali lagi pada masing-masing
RM dalam mengolah makanannya termasuk tata cara, kebersihan,
cita rasa dan dalam melayani pembeli. Di samping makanan merupakan
kebutuhan manusia.
‘’Oleh karena itu, kita tidak begitu ambil pusing
dengan pesaing bisnis RM lainnya. Terutama restoran-restoran
asing yang mulai banyak menjamur,” paparnya sambil menyampaikan
fokus pada cita rasa, kualitas makanan dan pelayanan ia tidak
muluk-muluk mematok target omzet tiap bulannya. Semua tergantung
jumlah pengunjung. Namun, secara garis besar ia mengungkap
keuntungan dari waktu ke waktunya relatif stabil.
Kendati perkembangan relatif stabil, diakui Eka, kendala utama
yang dirasakan dalam melakoni bisnis ini adalah soal promosi
dan mendapatkan pelanggan. Sebab, strategi pemasarannya adalah
promosi dari mulut ke mulut.
Lani, pemilik RM dengan sistem menu ala rumahan lainnya mengakui,
menawarkan menu makanan dengan sistem home style membantu
dalam pemasaran termasuk perkembangan bisnis. Selain prioritas
utamanya ada pada kepuasan pelanggan.
‘’'Prinsip saya bagaimana caranya pelangan yang
baru pertama kali datang dan mencoba makanan itu akan datang
lagi. Mereka puas dengan menu rumahan yang kita tawarkan,”
tuturnya.
Di bidang produksi, tantangan Lani terbentur pada makanan
yang harus selalu segar tiap jamnya. Baginya, kunci bisnis
makanan adalah makanan yang harus selalu segar dan enak dimakan.
Bercermin pada hal ini ia selalu berupaya mendapatkan bahan
baku masih segar dengan cara turun langsung ke pasar. *dik
|