Denpasar (BisnisBali) –Nilai
jual kue ku tidak hanya berpatokan pada cita rasa dan tekstur
kue semata. Warna kue yang menarik serta ukuran yang bervariasi
turut mendukung penjualan kue ku di pasaran. ‘’Terutama
warna kue dari bahan alami yang cerah serta berbagai ukuran
kue ku dari kecil hingga besar, sehingga memudahkan konsumen
untuk memilih,” kata Kiki, pedagang kue, di Denpasar,
Senin (19/2) kemarin.
Diterangkan Kiki, warna kue ku yang relatif ramai dicari konsumen
masih pada warna merah. Sebab, kue ku warna merah banyak dicari
pembeli sebagai sarana upacara terutama keturunan orang Tionghoa.
Dari segi ukuran, kue ku ukuran kecil cenderung dibeli konsumen
dari kalangan menengah ke atas, mengingat harga jual yang
relatif murah dibandingkan harga kue ku ukuran besar. “Harga
kue ku ukuran kecil kami tawarkan berkisar Rp 600 per buah
sedangkan ukuran besar bisa di atas Rp 2.000 per buah,”
ujarnya. Kendati berbeda ukuran, diakuinya, cita rasa kue
ku tidak ada perbedaan. Kue ku tetap memiliki cita rasa yang
spesial dengan bahan isian mulai unti kelapa hingga kacang
hijau. Tekstur yang lembut turut mendukung nilai jual kue
ku. Terbukti penggemar kue ku, tidak hanya orang tua namun
anak-anak dan remaja banyak menyukai kue jenis ini. Pangsa
pasar yang dituju pun tidak hanya kalangan keluarga, instansi
perkantoran ramai melakukan pembelian.
“Kue ku tidak hanya dikonsumsi sebagai camilan teman
minum teh atau bekal anak sekolah saja. Kue ku juga banyak
digunakan sebagai camilan prasmanan, kotakan pada saat acara
adat, resepsi pernikahan maupun sembahyangan,” ungkapnya,
sambil menyampaikan transaksi pembelian bisa mencapai lebih
dari 100 buah per hari. Terutama Imlek lalu bisa di atas 75-100
buah per hari.
Joko, karyawan toko kue lainnya mengatakan hal sama. Kue ku
termasuk salah satu kue pasar yang relatif ramai dibeli konsumen.
Memiliki warna yang menarik, ukuran bervariasi ditambah cita
rasa yang khas membuat kue ku memiliki nilai jual yang relatif
tinggi.
‘’Harga jual yang terjangkau turut mempengaruhi
penjualan kue ku. Terbukti kue ku tetap eksis di tengah persaingan
kue pasar lainnya,” jelasnya. *dik
KUE KU
Bahan:
250 gram kacang hijau kupas, dicuci bersih dan direndam
air minimal 4 jam
250 gram gula pasir
200 ml santan kental
1 sendok teh garam
1 lembar daun pandan
Bahan Kulit :
300 gram tepung ketan
3 sendok makan gula halus
300 gram kentang rebus yang sudah dihaluskan
½ sendok teh vanili
3 sendok makan minyak sayur
250 ml santan panas, dibagi dua
10 lembar daun pandan dan daun suji
50 gram bit yang telah direbus
Cara Memasak :
Buat isi : kacang hijau ditiriskan lalu dikukus hingga empuk.
Blender bersama santan hingga halus, angkat. Campur dengan
gula, garam dan daun pandan. Aduk rata, kemudian masak di
atas api kecil sampai kental dan dapat dipulung. Buat menjadi
bulatan-bulatan kecil, sisihkan.
Buat pewarna merah : blender bit bersama 125 mL santan,
saring dan sisihkan.
Buat pewarna hijau : blender daun pandan dan suji bersama
125 mL santan, saring dan sisihkan.
Buat kulit : campur tepung ketan, gula halus, kentang, minyak
dan vanilli, aduk rata. Bagi adonan menjadi 2 bagian, masing-masing
diberi santan yang telah berwarna sambil diuleni sampai
kalis selama sekitar 15 menit.
Bungkus adonan isi dengan adonan kulit dan cetak dalam cetakan
kue ku yang telah ditaburi dengan tepung ketan atau dibentuk
aneka buah.
Kukus di dalam kukusan yang telah dialasi dengan daun pisang
dan diolesi minyak selama kurang lebih 10 menit, angkat.
Hidangkan. *dik/net