20 Februari 2007  
Home
Berita Terkini

 

Cuaca Buruk, Penumpang Roro tidak Perlu Takut
Semarapura (BisnisBali) -Animo masyarakat untuk naik kapal Roro sangat tinggi. Meskipun cuaca buruk, kapal Roro tetap beroperasi, bahkan penumpang kapal Roro memenuhi kapasitas kapal. Hal tersebut sempat menjadi pertanyaan, kenapa kapal Roro tetap beroperasi meskipun cuaca buruk? Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (KUPTD) I Dewa Gde Wisasta, S.H. saat diminta konfirmasi BisnisBali, beberapa hari lalu mengatakan, pada saat cuaca buruk, kapal Roro tetap beroperasi, sementara pada saat bersamaan kapal yang hendak menuju Lombok dihentikan operasionalnya untuk sementara memang menjadi pertanyaan besar. Dijelaskan, kapal Roro tetap beroperasi dengan berbagai pertimbangan yang ada. Hal tersebut tidak disebabkan jarak Padangbai-Nusa Penida jauh lebih dekat dibandingkan jarak Padangbai-Lombok, melainkan karena pertimbangan arus angin dan tingkat gelombang.
Menurut KUPTD yang akrab disapa Dewa Bima ini didampingi Kapten Kapal Roro, untuk mengetahui cuaca buruk dan aman tidaknya kapal tersebut menyeberang memang tidak mudah. Alat untuk mengukur cuaca pun tidak ada. Namun, arah angin dan tingkat gelombang masih dapat dipantau dengan perasaan. Menurut dia, kecelakaan transportasi laut dan udara merupakan fenomena alam yang sulit diprediksi oleh indra manusia. Gelombang air yang tadinya rendah bisa tiba-tiba naik ketika kapal berada di tengah-tengah lautan.
“Semua itu adalah kehendak-Nya. Jadi kita tidak bisa menghindari kuasa-Nya.”tandas Dewa Bima.
Namun, lebih lanjut dikatakan, pihaknya bersedia menghentikan operasional kapal Roro jika memang cuaca benar-benar tidak memungkinkan. Sejauh ini, tambahnya, pihaknya selalu melakukan komunikasi dengan bandar-bandar lain sehingga tidak terjadi kelalaian sedikit pun khususnya masalah cuaca, arah angin dan gelombang air laut.
Mengenai fasilitas keselamatan penumpang, Dewa Bima menjelaskan, di setiap tempat duduk penumpang telah disediakan pelampung, alat pemadam kebakaran di tempat-tempat tertentu, serta alat-alat lain yang berfungsi untuk alat keselamatan penumpang yang jumlahnya telah disesuaikan.
Terkait kapasitas penumpang, memang masih belum ditemukan alat untuk mengukur tonase jumlah barang maupun penumpang. Untuk menemukan alat tersebut, masih sedang diperbincangkan di pusat, ada tidaknya jenis alat pengukur tonase untuk kapal laut. Sementara sejauh ini pihaknya masih menggunakan standar yang ada untuk mengukur kapasitas muatan agar tidak terjadi overload. Dikatakan pula, untuk mengantisipasi bencana alam, jika cuaca buruk, pihaknya selalu melakukan pengurangan muatan kapal Roro.
Ke depannya, ia berharap agar dermaga pasangan Nusa Penida di Klungkung dapat segera terealisasi mengingat animo masyarakat untuk membebaskan Nusa Penida dari keterisoliran sangat tinggi. Pihaknya juga meminta maaf karena tidak bisa memuaskan semua penumpang Roro mengingat keselamatan penumpang jauh lebih penting dari segalanya. *eka
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost