20 Februari 2007  
Home
Berita Terkini

 

Agro & Hobi
Pasokan Menipis, Harga Lengkuas Naik Tajam

Gianyar (BisnisBali) –Lengkuas (isen) yang merupakan salah satu jenis bumbu-bumbuan yang sejak beberapa minggu terakhir ini keberadaannya di pasaran mulai berkurang. Akibatnya, harga jual matadagangan ini mengalami kenaikan yang cukup tajam dari Rp 2.000/kg menjadi Rp 4.000/kg.
Menipisnya pasokan komoditi pertanian itu antara lain disebabkan seretnya pengiriman dari luar (Jawa) yang selama ini sebagai pemasok terbesar. “Kenaikan harga lengkuas yang cukup tinggi ini menyamai harga jahe Rp 4.000/kg,” ujar Ni Wayan Srinadi, pedagang bumbu-bumbuan di pasar umum Gianyar, Senin (19/2) kemarin.
Ia menjelaskan, lengkuas merupakan salah satu bahan bumbu-bumbuan yang selama ini banyak dibeli masyarakat, khususnya masyarakat yang mempunyai kegiatan upacara adat dan keagamaan dengan kebiasaan mebat. Permintaan lengkuas selama ini sampai 100 kg per hari. Sementara pasokan yang diperolehnya dari beberapa pengepul tidak begitu banyak. Biasanya selain dibawa langsung oleh pengepul asal Jawa (Banyuwangi), pihaknya juga membeli dari beberapa pengepul lokal. Namun, jumlah yang ditawarkan oleh pengepul lokal tidak begitu banyak jika dibandingkan dengan yang dibawa pedagang dari luar.
“Lengkuas tampaknya kini sudah mulai langka sehingga harganya juga melonjak tajam,” kata Ketut Ariani, pedagang bumbu-bumbuan lainnya.
Menurut Ariani, lengkuas biasanya banyak dipergunakan untuk membuat masakan tradisional Bali. Misalnya, membuat sate lilit dan menu makanan lainnya.
Selain lengkuas, beberapa bahan bumbu-bumbuan lainnya seperti lombok besar merah juga mengalami kenaikan dari Rp 10.000/kg menjadi Rp 13.000/kg. Sementara jenis bumbu-bumbuan lainnya seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit justru harganya turun.
“Hanya harga lengkuas dan lombok besar merah yang harganya melonjak cukup tajam,” kata Ariani. *mur

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost