20 Februari 2007  
Home
Berita Terkini

 

Agro & Hobi
Anthurium dari Bali Laris di Jawa
Denpasar (BisnisBali) –Bali yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu daerah tujuan pemasaran tanaman hias dari Jawa, tampaknya kini mulai berubah. Pasalnya, kini sejumlah pebisnis tanaman hias di Bali, telah mampu membudidayakan sendiri dan bahkan sudah ada yang menjadi produsen untuk jenis anthurium bagi pasar di Jawa. “Jawa kini malah menjadi pasar potensial dari pemasaran jenis tanaman anthurium dari Bali, jika dibandingkan dengan permintaan pasar terhadap jenis tanaman yang sama,” kata Lugik, salah seorang penjual tanaman hias, baru-baru ini.
Ia mengatakan, selama ini hasil dari pengembangan tanaman jenis anthurium telah banyak beredar ke luar daerah seperti di Malang. Dalam kurun waktu satu bulan saja, pasar luar daerah ini, jumlah permintaannya mencapai 4.500 pohon anthurium dengan berbagai jenis. Jumlah tersebut, kata Lugik, jauh lebih signifikan jika dibandingkan dengan permintaan pasar lokal di Bali yang hanya rata-rata 50 pot per bulan.
Menurut Lugik, untuk pasar di Jawa rata-rata anthurium yang paling banyak diminati adalah jenis anthurium wef of love, anthurium hookeri dan anthurium keris. Masing-masing jenis anthurium ini, memiliki keunikan tersendiri dan mampu memikat konsumen. Misalnya, jenis anthurium wef of love ini, memiliki nilai lebih yakni kondisi daun yang bentuknya lebih besar dengan bunga yang terbentuk dari kumpulan biji yang berwarna ungu.
“Untuk jenis tanaman anthurium ini, ada dua yang cukup memikat konsumen, yakni jenis anthurium yang menonjolkan warna bunga dan kedua ada anthurium yang menonjolkan bentuk atau ukuran daunnya saja,” ujarnya.
Selama ini, kata Lugik, segmen pasar dari beragam jenis anthurium ini, kebanyakan memang datang dari kalangan kolektor tanaman hias. Hal ini dikarenakan, harga jual untuk jenis tanaman anthurium ini relatif mahal. Bayangkan saja, anthurium yang bentuknya kecil harganya sudah mencapai Rp 50.000 per pot, sedangkan untuk tanaman yang cukup besar harga bisa mencapai jutaan rupiah per pot.
Soal perawatan, berbagai jenis anthurium ini cukup mudah. Penghobi hanya tinggal menempatkan anthurium pada tempat yang minim terkena sinar matahari langsung atau kondisi lembab, maka daun akan tumbuh menghijau.
Ia menambahkan, untuk mengurangi sinar matahari ini bisa ditempuh dengan menggunakan paranet di atas media tanam.
Sementara itu,Wijaya, salah seorang pebisnis tanaman hias mengatakan, pemasaran dari anthurium ini masih cukup terbuka dan tidak saja datang dari pasar lokal, tapi juga datang dari luar daerah. Namun, untuk pemasaran ke luar daerah ini memerlukan kiat khusus agar bisa bersaing dengan pebisnis tanaman hias di daerah tersebut. Hal ini penting dilakukan, mengingat sejumlah pebisnis tanaman hias di Bali masih sedikit yang memiliki kemampuan untuk mendukung pemasaran ke luar daerah.
“Saat ini pemasaran anthurium cukup terbuka, apalagi teknik budi daya tanaman tersebut cukup sederhana,” katanya. *man

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost