20 Februari 2007  
Home
Berita Terkini

 

Agro & Hobi
Gairahkan Pemasaran,Ikan Mas Koki Dipromosikan lewat Kontes
Denpasar (BisnisBali) –Kontes merupakan salah satu cara yang diterapkan petani ikan hias untuk mempromosikan produknya. Strategi ini juga dilakukan Kelompok Tani Mina Mas Denpasar. Bahkan, dalam rangka menyambut HUT ke-15 Kota Denpasar, komunitas ikan hias air tawar ini berencana akan menggelar dua kali kontes. “Kontes pertama telah kami laksanakan Minggu (11/2) lalu. Kami juga berencana akan menggelar kontes serupa pada Senin dan Selasa (26-27/2) mendatang,” ujar Ketua Kelompok Tani Mina Mas, I Nyoman Dira saat ditemui BisnisBali di Renon, Senin (19/2) kemarin. Ia mengatakan, sejak peristiwa ledakan bom di Kuta 2002 lalu, penjualan ikan hias air tawar jenis mas koki terus merosot, bahkan hingga 3 kali lipat. Pascaledakan bom yaitu pada 2004 lalu, penjualan mas koki Bali masih relatif bagus yakni mencapai 3.595 ekor. Namun, dalam dua tahun terakhir berturut-turut mengalami penurunan menjadi 2.180 ekor (2005) dan 1.580 ekor (2006).
Melihat kondisi perekonomian yang belum pulih dan mengacu pada tren penjualan, Dira memprediksi penurunan permintaan juga akan terjadi pada 2007 ini.
Guna mencegah hal tersebut, Dira mengatakan akan terus melakukan sesuatu yang mengarah promosi. Pasalnya, promosi merupakan salah satu cara paling strategis dan efektif untuk menarik minat pasar. “Kami akan mencari momen yang tepat untuk melakukan kontes. Kebetulan tahun ini ada HUT Kota Denpasar, kami akan manfaatkan momen tersebut dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Hal senada diungkapkan Sekretaris Kelompok Tani Mina Mas, I Bagus Arta Jaya. Permasalahan paling rumit yang tengah dihadapi asosiasinya pascapeledakan bom Kuta adalah soal pemasaran. Ketika kondisi pariwisata Bali kondusif untuk memasarkan hingga 4.000 ekor per tahun tidak sulit, namun begitu bom di Kuta meledak permintaan ikan mas koki Bali langsung anjlok. Guna mengembalikan kondisi terpuruk ini, pihaknya terus melakukan upaya pemulihan. Salah satu cara yang akan terus digalakkan adalah menggelar kontes. “Untuk memikat minat penghobi menyukai ikan mas koki kembali, kita mesti angkat gaungnya. Salah satu cara adalah menggelar kontes,” ungkap Arta Jaya sembari mengaku telah mengundang investor Jepang untuk mempromosikan ikan mas koki Bali di pasar dunia.
Ditanya soal pangsa pasar ikan mas koki Bali saat ini, Dira mengaku masih terbatas pada pasar lokal dan antarpulau. Di pasaran mas koki Bali umur 3,5 bulan laku dijual Rp 15.000 per ekor, umur 7 bulan Rp 40.000-Rp 50.000, umur 1 tahun Rp 75.000-Rp 100.000, dan umur 2 tahun di atas Rp 200.000 per ekor. Produksi yang ada saat ini telah mencapai 2.000 ekor. *cip
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost