Denpasar
(BisnisBali) –Kontes merupakan salah satu cara
yang diterapkan petani ikan hias untuk mempromosikan produknya.
Strategi ini juga dilakukan Kelompok Tani Mina Mas Denpasar.
Bahkan, dalam rangka menyambut HUT ke-15 Kota Denpasar, komunitas
ikan hias air tawar ini berencana akan menggelar dua kali
kontes. “Kontes pertama telah kami laksanakan Minggu
(11/2) lalu. Kami juga berencana akan menggelar kontes serupa
pada Senin dan Selasa (26-27/2) mendatang,” ujar Ketua
Kelompok Tani Mina Mas, I Nyoman Dira saat ditemui BisnisBali
di Renon, Senin (19/2) kemarin. Ia mengatakan, sejak peristiwa
ledakan bom di Kuta 2002 lalu, penjualan ikan hias air tawar
jenis mas koki terus merosot, bahkan hingga 3 kali lipat.
Pascaledakan bom yaitu pada 2004 lalu, penjualan mas koki
Bali masih relatif bagus yakni mencapai 3.595 ekor. Namun,
dalam dua tahun terakhir berturut-turut mengalami penurunan
menjadi 2.180 ekor (2005) dan 1.580 ekor (2006).
Melihat kondisi perekonomian yang belum pulih dan mengacu
pada tren penjualan, Dira memprediksi penurunan permintaan
juga akan terjadi pada 2007 ini.
Guna mencegah hal tersebut, Dira mengatakan akan terus melakukan
sesuatu yang mengarah promosi. Pasalnya, promosi merupakan
salah satu cara paling strategis dan efektif untuk menarik
minat pasar. “Kami akan mencari momen yang tepat untuk
melakukan kontes. Kebetulan tahun ini ada HUT Kota Denpasar,
kami akan manfaatkan momen tersebut dengan sebaik-baiknya,”
katanya.
Hal senada diungkapkan Sekretaris Kelompok Tani Mina Mas,
I Bagus Arta Jaya. Permasalahan paling rumit yang tengah dihadapi
asosiasinya pascapeledakan bom Kuta adalah soal pemasaran.
Ketika kondisi pariwisata Bali kondusif untuk memasarkan hingga
4.000 ekor per tahun tidak sulit, namun begitu bom di Kuta
meledak permintaan ikan mas koki Bali langsung anjlok. Guna
mengembalikan kondisi terpuruk ini, pihaknya terus melakukan
upaya pemulihan. Salah satu cara yang akan terus digalakkan
adalah menggelar kontes. “Untuk memikat minat penghobi
menyukai ikan mas koki kembali, kita mesti angkat gaungnya.
Salah satu cara adalah menggelar kontes,” ungkap Arta
Jaya sembari mengaku telah mengundang investor Jepang untuk
mempromosikan ikan mas koki Bali di pasar dunia.
Ditanya soal pangsa pasar ikan mas koki Bali saat ini, Dira
mengaku masih terbatas pada pasar lokal dan antarpulau. Di
pasaran mas koki Bali umur 3,5 bulan laku dijual Rp 15.000
per ekor, umur 7 bulan Rp 40.000-Rp 50.000, umur 1 tahun Rp
75.000-Rp 100.000, dan umur 2 tahun di atas Rp 200.000 per
ekor. Produksi yang ada saat ini telah mencapai 2.000 ekor.
*cip
|